Sebelum aku masuk ke SMA, aku bicara pada diriku sendiri..
Aku bisa, aku pintar, aku lebih hebat dari mereka, lakukan apa yang aku suka, apa yang aku inginkan, jangan pedulikan apa kata mereka, hiraukan tatapan sinis mereka, cukup buktikan bahwa kamu yang terbaik..
Saat aku masuk SMA, semua hal yang aku katakan pada diriku sendiri aku lakukan..
Aku tidak peduli akan dapat teman atau tidak, bertemu sahabat atau tidak..
Yang aku lakukan hanyalah belajar dan meningkatkan prestasiku di SMA.
Dan kau tau? dimata para guru dan teman-teman saat itu aku adalah siswi dengan prestasi yang baik..
Aku tidak peduli mereka memanfaatkanku karena aku pintar atau punya materi yang lebih dari mereka, karena yang aku pikirkan saat itu hanyalah tentang diriku..
Masa SMA itu adalah saat aku merasakan cinta pertama dalam hidupku..
Menyukai seseorang yang bahkan tidak melihat sedikitpun ke arahku..
Saat itulah aku mulai merasa 'sakit' lagi..
Aku mulai berfikir, apa aku tidak menarik? apa aku buruk rupa?
Waktu 2 tahunku dihabiskan dengan memikirkan sosok dirinya..
Ya! dia tau aku menyukainya, tapi yang terjadi adalah permusuhan diantara aku dan dia..
Bagaimana bisa? itu semua adalah kesalahan yang aku lakukan sendiri..
Selama 2 tahun itu aku dan dia tidak pernah saling bicara meskipun aku dan dia dipertemukan dalam 1 kelas..
Perlahan kebersamaanku dan dia dalam 1 kelas itu membuat hatiku menyerah..
Seperti inilah hidup, apa yang kita harapkan tidak akan sesuai dengan kenyataannya..
Aku mulai membuka hatiku untuk menemukan cinta baru..
Benar! aku menemukannya.
Namun, aku tidak bisa terus membohongi perasaanku bahwa sampai sekarang aku bahkan masih memikirkannya dan mengkhawatirkannya.
Kehidupanku di bangku kuliah..
Aku masih tetap seperti aku di SMA..
Cuek dan tidak peduli apa kata orang.
Di bangku kuliah ini, untuk pertama kalinya aku menemukan sosok sahabat. Orang yang tidak hanya ada saat sedang senang, namun saat sedihpun mereka tetap ada.
Mereka juga tidak tertarik dengan materi yang aku punya, tidak memanfaatkan prestasi yang aku dapatkan, ataupun tidak mempedulikan penampilanku.
Ya! mereka adalah teman terbaik yang aku temukan sepanjang perjalanan hidupku sampai saat ini. Aku menyebut mereka SAHABAT.
Untuk pertama kalinya aku percaya bahwa sahabat itu ada.
Kau tahu? ternyata hidup itu tidak selamanya pahit, tidak juga selamanya manis. Dan itulah yang aku alami.
Kuncinya agar kau tetap bertahan saat kehidupanmu dalam keadaan yang buruk adalah dengan bersyukur dan yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan menyayangi kau, dan Tuhan itu maha adil..
Apa yang kita alami sudah tertulis dalam takdir Tuhan, yang bisa kita lakukan hanya terus berusaha untuk lebih baik dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan.
Itulah mengapa ditiap sisi dalam hidupku, aku banyak belajar, aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak sendiri, aku selalu memiliki Tuhan disisiku.
Dan hidup yang aku jalani sekarang akhirnya manis..Entah apa yang akan terjadi selanjutnya karena hidupku masih terus berjalan. Tapi yang jelas apapun yang terjadi nanti, aku harus mensyukurinya..
*END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar