MY IDOL
Kamis, 17 Juli 2014
WITH MY BEST FRIEND
Foto ini adalah foto aku dan sahabat-sahabat. Mereka adalah sahabat yang aku ceritakan dalam kisahku sebelumnya ^^ Love Them So Much~
Rabu, 16 Juli 2014
About Life part 4
Sebelum aku masuk ke SMA, aku bicara pada diriku sendiri..
Aku bisa, aku pintar, aku lebih hebat dari mereka, lakukan apa yang aku suka, apa yang aku inginkan, jangan pedulikan apa kata mereka, hiraukan tatapan sinis mereka, cukup buktikan bahwa kamu yang terbaik..
Saat aku masuk SMA, semua hal yang aku katakan pada diriku sendiri aku lakukan..
Aku tidak peduli akan dapat teman atau tidak, bertemu sahabat atau tidak..
Yang aku lakukan hanyalah belajar dan meningkatkan prestasiku di SMA.
Dan kau tau? dimata para guru dan teman-teman saat itu aku adalah siswi dengan prestasi yang baik..
Aku tidak peduli mereka memanfaatkanku karena aku pintar atau punya materi yang lebih dari mereka, karena yang aku pikirkan saat itu hanyalah tentang diriku..
Masa SMA itu adalah saat aku merasakan cinta pertama dalam hidupku..
Menyukai seseorang yang bahkan tidak melihat sedikitpun ke arahku..
Saat itulah aku mulai merasa 'sakit' lagi..
Aku mulai berfikir, apa aku tidak menarik? apa aku buruk rupa?
Waktu 2 tahunku dihabiskan dengan memikirkan sosok dirinya..
Ya! dia tau aku menyukainya, tapi yang terjadi adalah permusuhan diantara aku dan dia..
Bagaimana bisa? itu semua adalah kesalahan yang aku lakukan sendiri..
Selama 2 tahun itu aku dan dia tidak pernah saling bicara meskipun aku dan dia dipertemukan dalam 1 kelas..
Perlahan kebersamaanku dan dia dalam 1 kelas itu membuat hatiku menyerah..
Seperti inilah hidup, apa yang kita harapkan tidak akan sesuai dengan kenyataannya..
Aku mulai membuka hatiku untuk menemukan cinta baru..
Benar! aku menemukannya.
Namun, aku tidak bisa terus membohongi perasaanku bahwa sampai sekarang aku bahkan masih memikirkannya dan mengkhawatirkannya.
Kehidupanku di bangku kuliah..
Aku masih tetap seperti aku di SMA..
Cuek dan tidak peduli apa kata orang.
Di bangku kuliah ini, untuk pertama kalinya aku menemukan sosok sahabat. Orang yang tidak hanya ada saat sedang senang, namun saat sedihpun mereka tetap ada.
Mereka juga tidak tertarik dengan materi yang aku punya, tidak memanfaatkan prestasi yang aku dapatkan, ataupun tidak mempedulikan penampilanku.
Ya! mereka adalah teman terbaik yang aku temukan sepanjang perjalanan hidupku sampai saat ini. Aku menyebut mereka SAHABAT.
Untuk pertama kalinya aku percaya bahwa sahabat itu ada.
Kau tahu? ternyata hidup itu tidak selamanya pahit, tidak juga selamanya manis. Dan itulah yang aku alami.
Kuncinya agar kau tetap bertahan saat kehidupanmu dalam keadaan yang buruk adalah dengan bersyukur dan yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan menyayangi kau, dan Tuhan itu maha adil..
Apa yang kita alami sudah tertulis dalam takdir Tuhan, yang bisa kita lakukan hanya terus berusaha untuk lebih baik dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan.
Itulah mengapa ditiap sisi dalam hidupku, aku banyak belajar, aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak sendiri, aku selalu memiliki Tuhan disisiku.
Dan hidup yang aku jalani sekarang akhirnya manis..Entah apa yang akan terjadi selanjutnya karena hidupku masih terus berjalan. Tapi yang jelas apapun yang terjadi nanti, aku harus mensyukurinya..
*END
Aku bisa, aku pintar, aku lebih hebat dari mereka, lakukan apa yang aku suka, apa yang aku inginkan, jangan pedulikan apa kata mereka, hiraukan tatapan sinis mereka, cukup buktikan bahwa kamu yang terbaik..
Saat aku masuk SMA, semua hal yang aku katakan pada diriku sendiri aku lakukan..
Aku tidak peduli akan dapat teman atau tidak, bertemu sahabat atau tidak..
Yang aku lakukan hanyalah belajar dan meningkatkan prestasiku di SMA.
Dan kau tau? dimata para guru dan teman-teman saat itu aku adalah siswi dengan prestasi yang baik..
Aku tidak peduli mereka memanfaatkanku karena aku pintar atau punya materi yang lebih dari mereka, karena yang aku pikirkan saat itu hanyalah tentang diriku..
Masa SMA itu adalah saat aku merasakan cinta pertama dalam hidupku..
Menyukai seseorang yang bahkan tidak melihat sedikitpun ke arahku..
Saat itulah aku mulai merasa 'sakit' lagi..
Aku mulai berfikir, apa aku tidak menarik? apa aku buruk rupa?
Waktu 2 tahunku dihabiskan dengan memikirkan sosok dirinya..
Ya! dia tau aku menyukainya, tapi yang terjadi adalah permusuhan diantara aku dan dia..
Bagaimana bisa? itu semua adalah kesalahan yang aku lakukan sendiri..
Selama 2 tahun itu aku dan dia tidak pernah saling bicara meskipun aku dan dia dipertemukan dalam 1 kelas..
Perlahan kebersamaanku dan dia dalam 1 kelas itu membuat hatiku menyerah..
Seperti inilah hidup, apa yang kita harapkan tidak akan sesuai dengan kenyataannya..
Aku mulai membuka hatiku untuk menemukan cinta baru..
Benar! aku menemukannya.
Namun, aku tidak bisa terus membohongi perasaanku bahwa sampai sekarang aku bahkan masih memikirkannya dan mengkhawatirkannya.
Kehidupanku di bangku kuliah..
Aku masih tetap seperti aku di SMA..
Cuek dan tidak peduli apa kata orang.
Di bangku kuliah ini, untuk pertama kalinya aku menemukan sosok sahabat. Orang yang tidak hanya ada saat sedang senang, namun saat sedihpun mereka tetap ada.
Mereka juga tidak tertarik dengan materi yang aku punya, tidak memanfaatkan prestasi yang aku dapatkan, ataupun tidak mempedulikan penampilanku.
Ya! mereka adalah teman terbaik yang aku temukan sepanjang perjalanan hidupku sampai saat ini. Aku menyebut mereka SAHABAT.
Untuk pertama kalinya aku percaya bahwa sahabat itu ada.
Kau tahu? ternyata hidup itu tidak selamanya pahit, tidak juga selamanya manis. Dan itulah yang aku alami.
Kuncinya agar kau tetap bertahan saat kehidupanmu dalam keadaan yang buruk adalah dengan bersyukur dan yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan menyayangi kau, dan Tuhan itu maha adil..
Apa yang kita alami sudah tertulis dalam takdir Tuhan, yang bisa kita lakukan hanya terus berusaha untuk lebih baik dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan.
Itulah mengapa ditiap sisi dalam hidupku, aku banyak belajar, aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak sendiri, aku selalu memiliki Tuhan disisiku.
Dan hidup yang aku jalani sekarang akhirnya manis..Entah apa yang akan terjadi selanjutnya karena hidupku masih terus berjalan. Tapi yang jelas apapun yang terjadi nanti, aku harus mensyukurinya..
*END
About Life part 3
Kehidupanku tetap berjalan..
Aku menjadi siswi yang sulit diatur pada saat aku di Sekolah Dasar.
Mengerjai orang lain dan bertengkar..
Entahlah..aku melakukannya mungkin untuk melakukan pembalasan dendam dengan apa yang aku alami sebelumnya..
Tapi yang berbeda di Sekolah Dasar, meskipun aku berprilaku buruk, baik teman maupun guru semua menyukaiku..
Mereka bahkan tersenyum padaku..
Ah! mungkin karena prestasiku yang baik, maka aku dihargai..
Saat itu, di kelas 5, aku diminta untuk mengikuti Ujian Nasional (saat itu UN pertama kalinya)..
Bayangkan saja! saat itu aku masih di kelas 5.
Aku bahkan hanya tau pelajaran kelas 6 dari kakakku, itupun karena aku iseng membacanya..
Tapi, teman, guru dan keluargaku mendukungku untuk mengikuti UN tersebut..
Kau tau? saat UN berakhir, dan tiba saatnya pengumuman kelulusan, aku dinyatakan LULUS..
Dan yang paling istimewanya, aku lulus dengan nem yang tinggi..
Saat itu aku bangga pada diriku sendiri..
Namun, aku lebih memilih kembali kekelas 5 dan mengikuti UN lagi ditahun selanjutnya..
Alasannya adalah karena aku tidak ingin membebani kakakku yang saat itu mungkin merasa tersaingi dan terasingkan..
Sejak saat itu aku berfikir..
Ah! mungkin menari teman tidak selalu harus mengadalkan materi yg kau punya, tapi kau bisa menunjukkan prestasimu agar mereka menghargaimu..
Di Sekolah Menengah Pertama..
Kali ini hidupku berubah lagi..
Aku kehilangan semua kepercayaan diriku, dan mulai mengingat kembali kenangan buruk di TK dulu..
Bagaimana tidak! orang-orang disana, menatapku dengan tatapan mengejek..
Mereka sesekali bahkan menertawakanku..
Pada akhirnya aku menjalani kehidupanku di SMP dengan penuh kesunyian..
Diam dan mengasingkan diri..
*T.B.C~
Aku menjadi siswi yang sulit diatur pada saat aku di Sekolah Dasar.
Mengerjai orang lain dan bertengkar..
Entahlah..aku melakukannya mungkin untuk melakukan pembalasan dendam dengan apa yang aku alami sebelumnya..
Tapi yang berbeda di Sekolah Dasar, meskipun aku berprilaku buruk, baik teman maupun guru semua menyukaiku..
Mereka bahkan tersenyum padaku..
Ah! mungkin karena prestasiku yang baik, maka aku dihargai..
Saat itu, di kelas 5, aku diminta untuk mengikuti Ujian Nasional (saat itu UN pertama kalinya)..
Bayangkan saja! saat itu aku masih di kelas 5.
Aku bahkan hanya tau pelajaran kelas 6 dari kakakku, itupun karena aku iseng membacanya..
Tapi, teman, guru dan keluargaku mendukungku untuk mengikuti UN tersebut..
Kau tau? saat UN berakhir, dan tiba saatnya pengumuman kelulusan, aku dinyatakan LULUS..
Dan yang paling istimewanya, aku lulus dengan nem yang tinggi..
Saat itu aku bangga pada diriku sendiri..
Namun, aku lebih memilih kembali kekelas 5 dan mengikuti UN lagi ditahun selanjutnya..
Alasannya adalah karena aku tidak ingin membebani kakakku yang saat itu mungkin merasa tersaingi dan terasingkan..
Sejak saat itu aku berfikir..
Ah! mungkin menari teman tidak selalu harus mengadalkan materi yg kau punya, tapi kau bisa menunjukkan prestasimu agar mereka menghargaimu..
Di Sekolah Menengah Pertama..
Kali ini hidupku berubah lagi..
Aku kehilangan semua kepercayaan diriku, dan mulai mengingat kembali kenangan buruk di TK dulu..
Bagaimana tidak! orang-orang disana, menatapku dengan tatapan mengejek..
Mereka sesekali bahkan menertawakanku..
Pada akhirnya aku menjalani kehidupanku di SMP dengan penuh kesunyian..
Diam dan mengasingkan diri..
*T.B.C~
About Life part 2
Taman kanak-kanak seharusnya menjadi hal yang paling menyenangkan bukan bagi seorang anak usia 5 tahun ?
Punya teman sebaya, bermain bersama, atau hal menyenangkan lainnya..
Tapi..tidak untukku...
Di usia 5 tahun aku malah mendapat tekanan mental yang benar-benar mempengaruhi hidupku ditahun-tahun selanjutnya..
Bayangkan saja! Di tempat yang aku harap menyenangkan, justru jadi neraka bagiku..
Kau pernah dihina? dicaci? atau bahkan ditendang keluar dari tempat yang kau inginkan?
Yaa..benar! itu semua yang aku alami..
Lalu kau pasti bertanya apa yang aku lakukan?
Jawabannya..banyak hal.
Aku sempat ingin keluar dari tempat itu, menangis, lalu mengatakan semuanya pada mamaku..
Awalnya mamaku percaya dan mulai bicara pada orang-orang yang menindasku, tapi kau tau apa yang terjadi?
Orang-orang itu berakting, seolah-olah aku hanya berhalusinasi..
Bagaimana tanggapan mamaku?
Ya! dia percaya pada mereka!
Pada akhirnya yang bisa aku lakukan hanyalah menerima semuanya..
Aku mencoba mengajak mereka berteman, bahkan meskipun aku pada akhirnya harus menghabiskan uangku, menunjukkan pada mereka siapa keluargaku..
Dan kau tau? mereka pada akhirnya berhenti menindasku, dan menjadi amat baik padaku..
Sejak saat itu aku mulai berfikir, apakah mencari teman itu harus menggunakan materi? apa tidak ada orang yang tulus didunia ini ? apa yang namanya sahabat itu tidak nyata ?
Ya! Aku rasa memang tidak ada yang namanya sahabat dan ketulusan dalam hidup ini..
*T.B.C~
Punya teman sebaya, bermain bersama, atau hal menyenangkan lainnya..
Tapi..tidak untukku...
Di usia 5 tahun aku malah mendapat tekanan mental yang benar-benar mempengaruhi hidupku ditahun-tahun selanjutnya..
Bayangkan saja! Di tempat yang aku harap menyenangkan, justru jadi neraka bagiku..
Kau pernah dihina? dicaci? atau bahkan ditendang keluar dari tempat yang kau inginkan?
Yaa..benar! itu semua yang aku alami..
Lalu kau pasti bertanya apa yang aku lakukan?
Jawabannya..banyak hal.
Aku sempat ingin keluar dari tempat itu, menangis, lalu mengatakan semuanya pada mamaku..
Awalnya mamaku percaya dan mulai bicara pada orang-orang yang menindasku, tapi kau tau apa yang terjadi?
Orang-orang itu berakting, seolah-olah aku hanya berhalusinasi..
Bagaimana tanggapan mamaku?
Ya! dia percaya pada mereka!
Pada akhirnya yang bisa aku lakukan hanyalah menerima semuanya..
Aku mencoba mengajak mereka berteman, bahkan meskipun aku pada akhirnya harus menghabiskan uangku, menunjukkan pada mereka siapa keluargaku..
Dan kau tau? mereka pada akhirnya berhenti menindasku, dan menjadi amat baik padaku..
Sejak saat itu aku mulai berfikir, apakah mencari teman itu harus menggunakan materi? apa tidak ada orang yang tulus didunia ini ? apa yang namanya sahabat itu tidak nyata ?
Ya! Aku rasa memang tidak ada yang namanya sahabat dan ketulusan dalam hidup ini..
*T.B.C~
Selasa, 15 Juli 2014
About Life part 1
Kau tau?
Ini tentang kehidupan yang aku, kau, dia dan mereka sedang jalani..
Seperti apa definisi kehidupan bagimu ?
Ahh..mari kita bahas definisi kehidupan bagiku saja, kau tau? karena ini akan menarik, jadi lihat, pikirkan dan pahami..
Kehidupan...hmm~
mungkin beberapa orang akan mengatakan kehidupan itu menyenangkan,sebagian lagi akan mengatakan kalo kehidupan itu membosankan.
Aku? menurutku kehidupan itu keduanya —membosankan dan menyenangkan—
Kau tau? dalam hidupku yang sudah 21tahun ini, aku mengalami banyak hal yang membuatku muak maupun senang..
Kau pernah merasa ditindas ? bahasa kerennya di bully..
Aku? jika kau bertanya padaku, maka jawabannya adalah..
Ya! tepat aku memang pernah dibully..hmm~ mungkin lebih tepatnya sering..
Kenapa ? pertanyaan itu pula yang sering singgah dalam pikiranku..
Aku tidak pernah tau apa alasan mengapa mereka menindasku..
setauku, aku tak pernah membuat perkara ataupun hal yang kurang menyenangkan pada mereka..
kau tau ? aku mengalami penindasan sejak umurku masih 5tahun, saat itu aku masih di Taman Kanak-kanak, itulah yg membuatku tidak akan pernah lupa..
*To be continue~
Ini tentang kehidupan yang aku, kau, dia dan mereka sedang jalani..
Seperti apa definisi kehidupan bagimu ?
Ahh..mari kita bahas definisi kehidupan bagiku saja, kau tau? karena ini akan menarik, jadi lihat, pikirkan dan pahami..
Kehidupan...hmm~
mungkin beberapa orang akan mengatakan kehidupan itu menyenangkan,sebagian lagi akan mengatakan kalo kehidupan itu membosankan.
Aku? menurutku kehidupan itu keduanya —membosankan dan menyenangkan—
Kau tau? dalam hidupku yang sudah 21tahun ini, aku mengalami banyak hal yang membuatku muak maupun senang..
Kau pernah merasa ditindas ? bahasa kerennya di bully..
Aku? jika kau bertanya padaku, maka jawabannya adalah..
Ya! tepat aku memang pernah dibully..hmm~ mungkin lebih tepatnya sering..
Kenapa ? pertanyaan itu pula yang sering singgah dalam pikiranku..
Aku tidak pernah tau apa alasan mengapa mereka menindasku..
setauku, aku tak pernah membuat perkara ataupun hal yang kurang menyenangkan pada mereka..
kau tau ? aku mengalami penindasan sejak umurku masih 5tahun, saat itu aku masih di Taman Kanak-kanak, itulah yg membuatku tidak akan pernah lupa..
*To be continue~
Langganan:
Komentar (Atom)




